Pasar smartwatch Indonesia kembali dihangatkan oleh kehadiran Huawei Watch Fit 4 Pro. Varian terbaru dari lini Fit ini tidak hanya melanjutkan kesuksesan pendahulunya, tetapi juga membawa sentuhan desain yang lebih agresif dan fitur-fitur yang biasanya ditemui di perangkat kelas atas. Dalam ulasan mendalam yang dibagikan oleh seorang pengguna, David, terungkap bahwa jam pintar ini hadir dengan ambisi jelas: menawarkan pengalaman premium dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Desain: Inspirasi Ultra, Eksekusi yang Ramah Pergelangan Tangan
Sekilas, desain Huawei Watch Fit 4 Pro tidak bisa disangkal terinspirasi dari Apple Watch Ultra. Ciri-ciri seperti layar flat, crown berwarna oranye yang dikelilingi “punuk” pelindung, tombol aksesori oval, dan strap dengan tekstur ulir menunjukkan arah inspirasi tersebut. Namun, Huawei melakukan modifikasi signifikan pada dimensi. Watch Fit 4 Pro tetap mempertahankan filosofi seri Fit yang ramping, tipis, dan ringan (32 gram tanpa strap), kontras dengan kesan bongsor dan berat dari jam-jam “outdoor” pada umumnya.
Meski lebih ramping, material yang digunakan tergolong premium. Bezel terbuat dari titanium alloy aerospace grade, bodi aluminium, serta kaca safir artifisial yang tahan gores. Untuk varian warna tertentu, strap menggunakan bahan fluoroelastomer yang dikenal durabel, sementara varian hijau menggunakan nylon. Layar AMOLED 1.82 inci dengan klaim kecerahan puncak 3000 nits menjadi sorotan, menjanjikan visibilitas optimal bahkan di bawah terik matahari langsung.
Fitur Unggulan: Baterai “Jawara” dan Mode Olahraga Sultan
Di balik bodinya yang tipis, Huawei Watch Fit 4 Pro mengusung keunggulan khas brand: ketahanan baterai yang luar biasa. Klaim Huawei, jam ini dapat bertahan hingga 10 hari dalam sekali pengisian. Dalam pengujian selama sekitar seminggu dengan pemakaian normal (notifikasi aktif, pelacakan tidur, dan olahraga beberapa kali), baterai tersisa sekitar 30%. Ini adalah nilai jual utama yang masih menjadi tantangan bagi banyak pesaing, termasuk Apple Watch. Pengisian daya juga fleksibel, dapat dilakukan via wireless charger atau bahkan dari smartphone yang mendukung reverse wireless charging.
Sebagai varian “Pro”, jam ini dilengkapi mode olahraga khusus yang lebih niche. Dua yang menonjol adalah mode Golf, yang menyediakan peta offline lebih dari 15.000 lapangan golf global (157 di Indonesia) serta data arah angin dan skor; dan mode Free Diving yang tahan hingga kedalaman 40 meter. Fitur pelacakan rute untuk olahraga air seperti rafting dan canoeing juga turut melengkapi. Untuk olahraga mainstream seperti lari dan bersepeda, pelacakan GPS-nya dilaporkan cukup akurat dan dapat disinkronkan dengan platform seperti Strava.
Kesehatan dan Konektivitas: Lengkap dan Fleksibel
Dari sisi kesehatan, Watch Fit 4 Pro membawa sensor dan algoritma Huawei TruSeen untuk pemantauan detak jantung, saturasi oksigen (SpO2), dan kualitas tidur (termasuk tidur siang yang terdeteksi otomatis). Fitur kesehatan lain seperti pengukuran ECG (elektrokardiogram), arterial stiffness, dan analisis pulse wave arrhythmia juga tersedia. Yang menarik, terdapat fitur Emotional Well-being yang mencoba memantau suasana hati pengguna berdasarkan variabilitas detak jantung, dengan visualisasi di watch face.
Dari sisi konektivitas, jam ini mempertahankan fleksibilitas khas Huawei. Pengguna dapat menghubungkannya dengan perangkat Android maupun iPhone. Fitur NFC untuk menyalin kartu akses (seperti kartu apartemen atau kantor) tetap menjadi andalan. Data kesehatan yang terkumpul dapat diakses melalui aplikasi Huawei Health dan disinkronkan antar-perangkat selama menggunakan akun yang sama.
Kekurangan dan Penilaian Akhir
Tidak ada produk yang sempurna. Bagi reviewer, kekurangan Watch Fit 4 Pro terletak pada pilihan watch face di toko resmi yang dianggap terlalu ramai dan kurang sesuai selera, meski watch face bawaan dinilai sudah cukup baik dengan opsi kustomisasi. Selain itu, seperti umumnya jam pintar Huawei, ekosistem aplikasi pihak ketiga yang dapat diinstal masih terbatas.
